Visi Fakultas Kesehatan : Menjadi Fakultas Kesehatan Terkemuka, Unggul dibidang Promotif dan Preventif, Profesional, Berjiwa wirausaha dan Berjati diri Islami Misi Fakultas Kesehatan : 1. Melaksanakan pendidikan akademik dan vokasi di bidang kesehatan promotif dan preventif yang kompetitif, berpikir analitis, kritis, dan inovatif 2. Melaksanakan kegiatan penelitian yang mempunyai kontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang promotif dan preventif 3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat 4. Menumbuh kembangkan sumber daya manusia yang profesional dan berjiwa wirausaha yang memiliki integritas dan berjati diri Islami. 5. Melaksanakan manajemen profesional dalam mengelola fakultas yang berjati diri Islami 6. Menumbuh kembangkan budaya Ahlus Sunnah wal Jamaah An- Nahdliyah dalam kegiatan akademik dan Non Akademik dalam kehidupan masyarakat Tujuan Fakultas Kesehatan 1. Menghasilkan lulusan pendi...
Materi disampaikan oleh Arief Abdurrahman, seorang dosen di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan tema "Strategi Menumbuhkan Crticial Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik". Critical Thinking yang berarti berpikir kritis merupakan kemampuan untuk mempertanyakan setiap aspek penting dalam suatu permasalahan dengan menganalisis fakta untuk membentuk penilaian. Kita dituntut untuk menganalisis sebuah topik atau permasalahan secara objektif. Hal ini dapat membantu kita dalam memilah informasi yang penting atau tidak untuk memecahkan masalah. Terdapat 3 prinsip kreativitas, yakni : 1. Expertise : pengetahuan yang dimiliki seseorang. Pengetahuan intelektual, pengetahuan prosedural, serta pengetahuan teknis digabung menjadi satu. 2. Motivation : motivasi 3. Critical thinking skills : Dikaitkan dengan bagaimana seseorang mendekati suatu masalah atau situasi sulit. Tahapan proses berpikir kritis diantaranya: 1. Identifikasi serta kembangkan kemampuan dan pote...
Materi pertama mengenai "Mahasiswa bebas narkoba untuk mendukung Generasi Rahmatan Lil 'Alamin UNUSA" yang disampaikan oleh Sri Artanti Maryani, seorang analisis penyuluhan layanan informasi BNNP Jawa Timur. Narkotika, psikotropika dan obat terlarang yang biasa disebut narkoba adalah barang yang patut dihindari. Begitu banyak efek yang bisa ditimbulkan setelah penggunanya masuk ke dunia narkoba. Di antaranya gangguan pada jantung, saraf, paru-paru, HIV AIDS, hepatitis, herpes, TBC, dan masih banyak lagi. Geografis yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja, melainkan juga anak-anak. Demografis yang sangat besar, yakni 260 juta jiwa menjadi pasar potensial peredaran gelap narkoba. Kerugian yang timbul akibat penyalahgunaan narkoba mencapai 84,7 triliun rupiah. Sistem penegakan hukum di Indonesia masih belum mampu memberikan efek jerakepada penjahat narkoba. ...
Komentar
Posting Komentar